Uncategorized

WEBINAR PANCASILA NASIONAL 2020 “PANCASILA SEBAGAI PENGIKAT PLURALISME”

Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Prosa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan Webinar Pancasila Nasional 2020. Webinar ini diikuti oleh 182 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan umum. Webinar Pancasila Nasional kali ini mengangkat tema yakni “Pancasila Sebagai Pengikat Pluralisme Bangsa”

Webinar Pancasila Nasional merupakan sebuah acara seminar yang diselenggarakan secara online oleh mahasiswa untuk memberikan pemahaman bahwa Pancasila ditetapkan sebagai alat pengikat masyarakat Indonesia yang plural sehingga memunculkan toleransi di dalam berbagai Etnis, Suku, Ras, Budaya, Bangsa, dan Agama.

Acara Webinar Pancasila Nasional dimulai sejak pagi tadi, Minggu (29/11/2020). Peserta dapat mengakses link zoom yang telah dibagikan oleh panitia agar dapat mengikuti serangkaian acara webinar. Para peserta juga dapat berkesempatan mengajukan pertanyaan, kemudian oleh moderator dipilih 2 pertanyaan secara acak per materi.

Melalui live streaming melalui zoom, acara Webinar Pancasila Nasional menghadirkan narasumber-narasumber yang ahli pada bidangnya, yaitu Dr. Muhammad Syaifulloh, M.Pd. (Pemimpin Redaksi Lembaga PUSTAKA Sekalbar Kalimantan Barat), Dr. Samsuri, S.Pd., M.Ag. (Dosen Universitas Negeri Yogyakarta), dan Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. (Dosen Universitas PGRI Yogyakarta).

Sebagai pembuka, Dr. Muhammad Syaifulloh, M.Pd. menyampaikan materi tentang memahami Pancasila. Beliau mengemukakkan bahwa Pancasila sebagai anugrah ditengah adanya perbedaan yang ada di Indonesia diikuti penjelasan tentang makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap sila Pancasila. Di dalam materi terakhirnya, dijelaskan bahwa para

generasi penerus bangsa perlu diajarkan sejarah sehingga dapat mengetahui karakter bangsanya sendiri. Tanpa adanya civic education, tidak ada negara yang dapat maju.

Sementara itu, Dr. Samsuri, S.Pd., M.Ag. dalam menyampaikan materinya tentang Pengamalan Pancasila Era Kemajemukan, dibuka dengan kilas balik tentang wawasan kesejarahan mengenai Pancasila dan UUD 1945. Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang begitu berlimpah dan penduduk Indonesia dengan berbagai macam suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke namun masih memiliki kendala dalam aktualisasi ideologi negara sehingga mengancam kedaulatan Indonesia.

Di akhir materi, beliau menjelaskan dalam ber-Pancasila di masyarakat majemuk, Sebagai seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik agar dapat menjadi contoh rakyatnya. Sebagai warga negara, harus senantiasa membudayakan literasi Pancasila dengan didukung Pendidikan dan Pembudayaan Pancasila Berkelanjutan, supaya dapat menekan fenomena intoleransi,eksklusivisme,radikalisme, dan terorisme.

Kemudian, materi terakhir disampaikan oleh Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. tentang Petuah Filsafat Pancasila. Beliau menuturkan tentang Petuah Filsafat Pancasila dari segi posotivisme yakni Niteni, Nuturi, dan Nindaki. Ketiga hal ini saling berkaitan satu sama lain. Niteni adalah bahwa Indonesia pada realitanya memiliki agama, suku, ras dan bahasa yang berbeda-beda namun karena adanya Pancasila yang berasal dari kontrak sosial, maka muncul integrasi nasional. Nuturi dalam konteks Petuah Filsafat Pancasila Posotivisme dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kedudukan Indonesia, sehingga bisa menjaga dan mengisi kemerdekaan atau nindaki. Sebagai penutup, dalam materi juga menjelaskan tentang implementasi Petuah filsafat Pancasila era milenial.

Melalui Webinar Pancasila Nasional ini, maka diharapkan dapat menjadikan generasi penerus bangsa untuk senantiasa berfikir logis, kritis dan memiliki tanggapan intelektual terhadap isu-isu perbedaan dan keberagaman yang saat ini masih menjadi perdebatan di lingkungan masyarakat.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan salah satu program studi yang ada di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yang telah terakreditasi "A"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *